Kualitas Mainan Untuk Buah Hati Kita

 

Saat saya berusia 2-9 tahunan saya dibelikan berbagai mainan yang bagi saya itu sangat banyak dan bagus-bagus meskipun bisa dikatakan itu adalah mainan yang masih berteknologi sederhana sekali dan sangat ramah lingkungan karena kebanyakan terbuat dari kayu (bambu) dan tanah liat. Namun sekarang dengan semakin berkembangnya teknologi maka muncul pula berbagai jenis mainan yang canggih dan spektakuler. Bukan hanya itu bahkan banyak mainan yang ringan untuk dibawa kemana pun oleh sang anak dan rata-rata terbuat dari bahan berbahaya bagi keehatan anak.

Nah disini lah titik rawan yang harus kita pikirkan dan perlu pertimbangan serius dalam rangka mencarikan mainan untuk si buah hati. Tentu saja mainan ini bukan sekedar mainan yang tak bermanfaat, namun yang ramah lingkungan, tak mengganggu kesehatan fisik dan mental anak, dan yang terpenting bermanfaat bagi perkembangan jiwa dan otak si buah hati. Para orang tua di-amanahi untuk mendidik dan mencetak buah hati agar tercipta generasi masa depan yang berkualitas tinggi. Namun, semua itu melalui proses panjang yang rentan dengan cacat proses tumbuh kembang jiwa dan raganya. Hal ini dapat kita lihat pada beraneka-ragamnya jenis mainan anak-anak yang mayoritas terbuat dari bahan-bahan kurang bersahabat dengan karakter biologis dan fisik anak-anak. Sehingga sebagai orang tua, kita diharapkan benar-benar selektif dalam memilih mainan anak-anak, seperti faktor-faktor di bawah ini :

1. Pilih mainan yang aman untuk anak Pastikan bahwa mainan tersebut terbuat dari bahan yang tidak beracun dan tidak tajam.

2. Pilih mainan sesuai dengan pertumbuhan anak. Jangan beri anak mainan yang ukurannya terlalu kecil, karena suka memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.

3. Berikan mainan yang beragam, dan biarkan anak memilih sendiri mainan yang disukainya. Agar dapat diketahui bakatnya sejak awal.

4. Kenalkan mainan yang mendidik sebagai sarana belajar, seperti bentuk huruf, angka, binatang dan tumbuhan.

5. Pilih mainan yang bisa mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas anak, menyusun balok, sehingga anak terbiasa menggunakan kemampuan otaknya untuk berimajinasi dan kreatif.

6. Melalui mainan, kenalkan anak dengan agama misalnya menggunakan gambar-gambar masjid, ka’bah, huruf arab, miniatur masjid dan boneka berjilbab.

7. Jangan memberikan mainan bertali pada bayi.

8. Pilih mainan yang tidak mudah pecah dan tidak tajam, karena bisa melukai anak.

9. Dampingi anak saat ia bermain dengan mainan yang menggunakan listrik.

10. Beritahu anak mengenai penggunaan mainan, apa yang dapat atau tidak dilakukan dengan alat tersebut.

11. Pilih bahan yang kokoh, kuat dan stabil untuk alat bermain yang didesain untuk dinaik oleh anak seperti mainan beroda.

12. Perhatikan keamanan anak saat bermain.

13. Warna pada mainan dapat menunjukkan kualitas bahan yang digunakan. Mainan yang bagus dan kuat biasanya memiliki warna yang cerah dan tidak kusam.

14. Sesuaikan mainan dengan jenis kelamin anak. Secara tidak langsung mainan akan membentuk karakter anak. Namun, sesekali lakukan pertukaran peran dalam bermain, sehingga anak belajar memahami peran laki-laki dan perempuan. Contohnya ajak anak lelaki bermain masak-masakan dan yang perempuan bermain mobil-mobilan.

15. Pilihlah mainan yang tidak mengandung zat yang membahayakan anak.

16. Ajarkan kegiatan yang mengasah kreatifitas anak dengan membuat mainan sendiri, seperti boneka tangan yang dijahit sendiri, bermain lilin warna warni untuk dibentuk berbagai macam benda yang anak sukai.

17. Penting juga untuk memperhatikan nilai-nilai yang bisa kita tanamkan dari mainan tersebut.

18. Perhatikanlah selalu label peringatan yang tercantum dikotak mainan, karena dikhawatirkan mainan tersebut mengandung unsure-unsur yang berbahaya bagi anak.

19. Bila harus membeli boneka, perhatikan bulu atau rambut boneka tersebut, mudah rontok atau tidak. Apabila tanpa sengaja anak sering menelan bulu atau rambut boneka, dikhawatirkan akan menimbulkan hairball yang dapat menyumbat saluran pencernaan dan pernafasan.

20. Hindari membeli mainan yang bernuansa kekerasan seperti senapan. Jika terpaksa membelinya, pilihlah yang berwarna terang agar tidak tersamar dengan senjata sungguhan.

21. Jangan membeli mainan yang menimbulkan suara bising, dikhawatirkan mengganggu saraf pendengaran anak.

Semoga tips ini bermanfaat untuk calon ayah dan bunda serta bagi para orang tua yang sedang membangun kualitas diri sang buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *